//
you're reading...

NeuroLeadership

Membangun Kepemimpinan Sejak Dini

Tujuan utama pengasuhan anak adalah Kepemimpinan Anak (Leader In Kid). Berbagai riset tentang kepemimpinan melaporkan adanya hubungan yang erat antara pengasuhan dengan kwalitas kepemimpinan seseorang. Seseorang yang memiliki kepemimpinan yang baik, ternyata memiliki pengalaman pengasuhan yang baik, demikian juga sebaliknya, seseorang yang memiliki kepemimpinan yang buruk, memiliki pengalaman pengasuhan yang buruk.

Pengasuhan dan pembangunan kepemimpinan anak terjadi di dalam otak anak, melibatkan aktivitas milyaran sel-sel otak (neuron) dengan cara diperolehnya dari pengalaman-pengalaman atas rasangan dari lingkungannya atau upaya belajar anak, termasuk ransangan atau belajar dari orangtuanya.
Melatih anak (_yang merupakan bagian dalam pengasuhan anak) dengan latihan memilih dan memutuskan atas pilihan, merencanakan dan menilai baik atau buruk, bekerja dalam tim, berempati dan latihan sejenis lainnya adalah latihan-latihan yang dirancang untuk mengasah otak kepemimpinan anak.

Otak Pemimpinan ( Leader Of Brain )

Bagian otak Amygdala, Sistem Sensorik dan Motorik, cerebellum, korteks (area) broca-wernicke, korteks parietal, basal ganglia, korteks cingulat, korteks temporalis, hippocampus dan prefrontal cortex adaalah beberapa piranti otak yang secara bersama-sama, saling koneksi dan saling tergangtung satu dengan bagian yang lainnya merupakan bagian otak yang terlibat dalam pembangunan kepemimpinan anak.
Seorang pemimpin yang tenang emosinya, santun tutur katanya, kreatif dan solutif dalam setiap masalah yang dihadapi, tangguh dalam berjuang dan memiliki tanggungjawab atas resiko keputusannya… adalah pemimpin yang memiliki otak pemimpin (leader of brain) yang sehat ( bukan sekedar berotak normal ).
Demikian juga dengan pemimpin yang cenderung emosional ( mudah marah, “senggol bacok” … dll ) adalah pemimpin yang belum memiliki otak yang sehat.

 

Menggasuh Anak Dengan Materi Otak Pemimpin.
Bagaimana caranya :
1. Memberikan suasana emosi yang kondusif pada anak2 sedemikian rupa sehingga anak-anak bisa merasa bebas mengekspresikan dirinya.
2. Berikan fasilitas anak agar bisa bergerak atau melakukan gerakan2 agar sistem motoriknya berkembang sempurna.
3. Biarkan anak memilih dengan pilihan-pilihannya dan beri contoh2 bagaimana memilih pilihan yang baik.
4. Jangan ragu-ragu bila mengambil keputusan terutama saat di depan/di dekat anak . Ambillah keputusan meskipun keputusan itu ternyata kurang tepat.
5. Berikan jawaban-jawaban yang cerdas dan menyenangkan bila anak melontarkan pertanyaan-pertanyaan.
6. Berikan arti penting pada anak khususnya bila anak sedang khusus ketika mengalami penurunan motivasi.
7. Berikan tangtangan2 yang menyenangkan karena itu menjadi rangsangan rasio dan pengalaman emosi yang sulit di lupakan.

 

SalamOS
MDA

 

* Info Seminar, Info Workshop Atau Mengundang Dokter Amir Zuhdi | Kontak Person / Informasi : 0821-3645-7526

#WorkshopNPP (Neuro Parenting Practitioner)

#WorkshopLCBI (Limbic Cirtical Behavioural Improvement)

#WirkshopNeLA (Neuro Leadership Activation)

Discussion

No comments yet.

Post a Comment