//
you're reading...

NeuroParenting

Neuro Parenting Practitioner ( NPP )

Pengantar,

Dalam pengasuhan dan pendidikan anak, setiap orangtua & guru harus mengerti dan memahami bagaimana otak anak dan otak dirinya bekerja dan memahami bagaimana otak anak tumbuh dan berkembang.

 

Riset terkini tentang NEUROSCIENCE (ilmu perilaku berbasis otak) membuktikan bahwa KINERJA OTAK MANUSIA sangat terkait dengan sikap & perilaku manusia, demikian juga sebaliknya. Baik buruknya sikap & perilaku manusia dapat di tentukan oleh baik buruknya kinerja otak. Salah satu yang mempengaruhi baik buruknya kinerja otak adalah pola asuh anak.

 

Orangtua mengasuh anaknya, guru mengajar muridnya, keduanya berpengaruh terhadap proses pengasuhan anak, termasuk pembentukan karakter anak. Dan berbicara tentang karakter anak sangat berhubungan dengan bagaimana otak anak bekerja.

 

Mengasuh anak dengan meningggalkan prinsip-prinsip perkembangan otak sama saja merusak “bahan bangunan” karakter yang telah Tuhan berikan pada anak.

Mengapa?

Karena jika Orang-tua atau Guru tidak menguasai bagaimana cara menangani berbagai emosi yang muncul pada anak, akibatnya anak-anak tidak tahu emosi apa yang sedang mereka alami, dan merka tidak mampu mengelola emosinya. Bila dibiarkan terus-menerus hal ini dapat mengganggu kehidupannya.

 

Neuro Parenting Practitioner,

Neuro berasal dari kata Neuron yang berarti sel saraf. Sel saraf ini membangun jaringan otak dan membuat otak menjadi organ tubuh yang sangat istimewa. Melalui proses yang sangat rumit hingga tingkat molekuler, di sel saraf (Neuron) inilah “pabrikasi” dari pikiran, perasaan, sikap dan perilaku manusia. Dan proses pengasuhan anak terjadi di tingkat neuron ini.

 

Parenting, disebut juga dengan pola asuh adalah sikap dan perilaku orangtua yang spesifik dalam rangka memenuhi kebutuhan tumbuh dan kembang anak dengan cara melindungi, mendidik/membimbing, merangsang dan mempengaruhi sehingga anak memiliki sikap dan perilaku mulia (Akhlaq mulia), cerdas dan tangguh dalam menjalani kehidupannya.

 

Practitioner, adalah seseorang yang memiliki ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan atau pelatihan.

 

Secara umum, NEURO PARENTING PRACTITIONER diartikan sebagai orangtua yang memiliki ketrampilan khusus di bidang pola asuh dengan menggunakan dasar-dasar ilmu perilaku otak (neuron).

 

Neuro Parenting Practitioner di desain berdasarkan 7 hal :

  1. Alam semesta dan manusia memiliki Pencipta. Dialah yang menciptakan dan mengatur seisi alam.
  2. Tuhan menciptakan manusia sebagai ciptaanNYA yang paling sempurna. Manusia diciptakanNYA dengan 4 unsur : Jasmani (Jizm), Aql ( pikiran / kognitif ), Nafs ( emosi, insting, nafsu hewani ) dan Ruh ( ruh tidak akan lenyap dengan kematian dan hanya berpindah “tempat” dari alam dunia ke alam akhirat. Manusia menjalani kehidupan dunia dengan dua model. Model Pertama, Jiwa manusia yang bergerak kearah kesempurnaan, keindahan dan penuh cahayaNya. Model Kedua, Jiwa manusia yang bergerak ke arah kehidupan hewani dan kegelapan, penuh aktivitas yang didorong oleh dorongan hewani. Dan, Pengasuhan harus bertumpu pada proses untuk mempertahankan kesempurnaan ciptaan Tuhan.
  3. Struktur otak yang sangat penting untuk membangun manusia beradap yaitu Prefrontal Cortex (bahasa ilmu otak / neurosains) atau *Ubun-ubun (bahasa Indonesia) atau *Nashiyah (bahasa kitab suci).
  4. Aktivitas fisik manusia terekam dalam otak manusia. Demikian juga dengan aktivitas pengasuhan anak. Perilaku baik dan perilaku jahat dalam proses pengasuhan terekam dalam sel-sel saraf (neuron) otak manusia.
  5. Pengasuhan yang sesungguhnya adalah pengasuhan otak anak melalui rangsangan (stimulan) otak anak yang sesuai dengan tumbuh-kembang otak anak. Otak anak tumbuh dan berkembang tahap demi tahap.
  6. Mengenali dan memahami tahapan tumbuh-kembang anak dengan menghindari semua rangsangan (stimulan) yang dapat merusak otak anak sebagai landasan untuk membangun kurikulum pengasuhan anak sesuai fitrahnya.
  7. Segala sesuatu yang dapat merusak otak manusia adalah merusak kehidupan manusia. Segala sesuatu yang dapat membangun otak manusia adalah membaikkan kehidupan manusia.

 

Tujuan,

Setelah mengikuti pelatihan (workshop) ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Mengetahui hal-hal praktis tentang tumbuh-kembang otak anak sebagai dasar untuk membangun pola asuh sesuai perkembangan otak anak.
  2. Mengetahui area otak yang berhubungan dengan pengasuhan anak dan hal-hal praktis tentang kinerja otak orangtua khususnya saat melakukan pengasuhan.
  3. Trampil berpikir analitik-kreatif-inovatif dan trampil mengendalikan diri termasuk trampil mengendalikan marah.
  4. Membangun daya lenting (resiliensi) pada diri sendiri.
  5. Memiliki ilmu coaching praktis untuk bimbingan anak.

 

Cakupan Pembelajaran,

  • Otak manusia yang berhubungan dengan proses pengasuhan.
  • Tahapan tumbuh-kembang otak anak dan 5 kebutuhan terpenting otak anak sebagai dasar untuk membangun pengasuhan yang berkwalitas.
  • 6 kecakapan dasar yang dimiliki oleh anak unggul.
  • Istilah dan tehnik praktis pengasuhan bersumber dari aktivitas Otak Pengasuhan.
  • Tehnik-tehnik berpikir analitik-kreatif/inovatif dan ketrampilan mengelola marah (anger management).
  • Kekuatan membangun daya lenting (resiensi) pada orangtua.
  • Tehnik praktis coaching pada anak.

 

Modul-Modul,

  1. 1.     Human Brain For Parenting ( Modul I ).

Alat bantu orangtua untuk mengenal dan memahami tahapan tumbuh-kembang otak anak dan cara kerja otak anak dan orangtua, yang berguna untuk pengasuhan.

  1. 2.     Brain-based Parenting Skill (Modul II ).

Alat bantu orangtua dalam melakukan proses pengasuhan dengan menggunakan istilah dan tehnik pengasuhan berbasis otak anak.

  1. 3.     Brain-based Thinking Skill (Modul III).

Alat bantu orangtua dalam mengenali pola pikir, membangun ketrampilan berpikir analitik dan berpikir kreatif-inovatif.

  1. 4.     Brain-based Emotion Skill (Modul IV).

Alat bantu orangtua dalam mengenali dan mengelola emosi anak dan emosi orangtua, serta trampil membangun empati.

  1. 5.     Brain-based Spiritual Skill (Modul V).

Alat bantu orangtua dalam membangun daya lenting (resiliensi) pada diri sendiri agar tidak mudah pesimis dalam menjalankan pengasuhan anak.

  1. 6.     Neurocoaching For Child (Modul VI).

Alat bantu orangtua dalam membangun komunikasi dan pengaruh konstruktif, dengan menggunakan tehnik-tehnik coaching berbasis otak (neurocoaching).

 

Durasi,

Untuk menyelesaikan program Workshop NPP dibutuhkan waktu pelatihan 21 – 24 jam effektif atau 3 hari.

  • Hari Pertama : Menyelesaikan NPP modul 1 dan modul 2.
  • Hari Kedua : Menyelesaikan NPP modul 3 dan modul 4.
  • Hari Ketiga : Menyelesaikan NPP modul 5 dan modul 6.

 

Peserta,

Seluruh orangtua, guru, psikolog, dokter anak dan semua pekerjaan atau profesi yang berhubungan dengan pengasuhan dan pengajaran pada anak.

 

SalamOS~OtakSehat

dokter Amir

Guru Neuroparenting 

Founder Neuro Parenting Indonesia

Discussion

No comments yet.

Post a Comment